TOKYO, Jun 12 (News On Japan) - Seorang wanita meninggal setelah terjebak di lehernya di eskalator di sebuah supermarket Tokyo pada Rabu pagi, menyoroti perlunya perbaikan langkah-langkah keselamatan setelah insiden serupa.
Insiden terjadi di toko OK Higashifushimi di Nishitokyo. Kecelakaan terjadi di eskalator yang menuju ke lantai bawah tanah.
Rekaman dan foto yang diambil segera setelah insiden menunjukkan petugas darurat di lokasi. Seorang saksi mata yang mengambil rekaman menggambarkan situasinya.
Saksi mata: 'Lebih dari 10 paramedis melakukan prosedur darurat. Itu sangat menakutkan. Kemudian, saya mengetahui bahwa wanita tersebut berusia 80-an, yang membuat saya teringat pada ibu saya dan merasa sangat sedih untuknya.'
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10:30 pagi pada tanggal 12 Juni. Panggilan darurat 119 melaporkan bahwa wanita tersebut 'terjebak di lehernya' di eskalator.
Pengguna: '(Q. Kemana eskalator ini menuju?) Ini menuju ke toko bawah. Mereka mengatakan, 'Eskalator tidak bisa digunakan sekarang.'
Wanita tersebut, berusia 80-an, menggunakan kereta dorong. Dia ditemukan terbaring telentang di dekat bagian bawah eskalator, dengan lehernya terjepit di sisi kiri pegangan tangan.
Dia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi henti jantung dan pernapasan tetapi kemudian dinyatakan meninggal.
Pada bulan Maret tahun ini, insiden serupa terjadi di Stasiun JR Mito, menjadikannya kecelakaan eskalator kedua tahun ini. Kami berbicara dengan seorang spesialis pemeliharaan untuk memahami lebih lanjut.
Sano Eiji, Spesialis Pemeliharaan Elevator Kyoto: 'Saya tidak mengharapkan insiden seperti itu terjadi berturut-turut. Saya bertanya-tanya apakah kita akan melihat lebih banyak dari ini.'
Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang mekanisme keselamatan eskalator, seperti perangkat keselamatan yang dirancang untuk aktif saat benda asing terjebak.
Supermarket tempat kecelakaan terjadi dibuka pada bulan Maret tahun ini. Seorang pengguna menggambarkan kecepatan eskalator.
Pengguna: 'Ini sangat lambat, hampir menjengkelkan. Mereka telah menerapkan langkah-langkah keselamatan.'
Menurut Departemen Kepolisian Metropolitan, wanita tersebut diyakini telah jatuh karena suatu alasan sesaat sebelum kecelakaan.
Perangkat keselamatan harus menghentikan eskalator saat benda asing terjebak. Apakah ada skenario di mana perangkat itu tidak aktif?
Sano Eiji, Spesialis Pemeliharaan Elevator Kyoto: 'Saklar akan aktif untuk benda besar, tetapi ada kemungkinan bahwa benda tipis, pakaian, atau syal bisa menyelinap ke dalam celah.'
Source: ANN






