TOKYO, Jan 19 (News On Japan) - Ujian masuk universitas nasional Jepang yang berlangsung selama dua hari telah berakhir tanpa gangguan besar, meskipun sistem pendaftaran online untuk pertama kalinya diperkenalkan dan para peserta diwajibkan mencetak sendiri kartu ujian mereka.
Pusat Ujian Masuk Universitas mengatakan sekitar 496.000 orang mendaftar untuk Ujian Masuk Universitas Bersama tahun ini. Mulai tahun ini, proses pendaftaran pada prinsipnya dialihkan ke sistem online, dan para peserta diwajibkan membawa kartu ujian yang dicetak beserta dokumen identitas untuk verifikasi.
Meski ada perubahan tersebut, pusat ujian mengatakan tidak ada masalah besar yang terkait dengan prosedur baru. Namun, tujuh peserta didiskualifikasi dan hasil ujian mereka dinyatakan tidak sah karena pelanggaran.
Dalam satu kasus di Prefektur Fukuoka, sekitar 200 foto yang mencakup soal ujian ditemukan di ponsel pintar seorang peserta, dan universitas yang menjadi lokasi ujian dilaporkan telah berkonsultasi dengan polisi.
Sementara itu, 116 orang di seluruh Jepang akan diwajibkan mengikuti ujian susulan pada 24 dan 25 Januari setelah terjadi masalah seperti alarm yang berbunyi saat ujian mendengarkan bahasa Inggris.
Source: TBS
















